- "Aku ingin jadi.... lingkaran," kataku. "Di dalam kotak persegi."
- Begitulah Dad. Dia selalu suportif. Tidak maslah seburuk apapun aku mengacaukan segalanya, dia selalu ada untuk mengumpulkan potongan-potongan hidupku yang tercerai berai.
- "Kita semua tenggelam di kapal yang sama disini. Kita semua bosan dan putus asa dan menanti sesuatu terjadi . menanti hidup berubah jadi lebih baik. Menanti perubahan banyak hal. Menanti seseorang akhirnya menyadari keberadaan kita. Kita semua sedang menanti.
- Tapi kita harus menyadari kalau kita sendiri juga punya kekuatan untuk membuat perubahan-perubahan itu. Ya, aku adalah orang terakhir yang seharusnya mengatakan padamu tentang mengambil kendali hidup. Aku mengatakan omong kosong dan bersikap seoerti orang bodoh di hampir setiap kesempatan. Tapi itu nggak menghentikanku berharap bisa berbeda. Kita semua bisa mengubah hal-hal uang sudah lazim. Mungkin nggak sebanyak yang kita inginkan, tapi paling nggak kita bisa membuatnya menjadi lebih baik."
- Ini adalah kali pertama seorang cowok mungkin saja sungguh-sungguh menyukaiku. Tapi ternyata, itu cuma fantasiku.
- Mereka mengingatkanku pada diriku sebelum hidupku berubah rumit. Dan mereka memberiku harapan bahwa mungkin suatu hari nanti, aku bisa kembali ke saat yang damai itu lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar