Rabu, 31 Desember 2014

Postingan Awal Tahun 2015

Happy new yearrrr!!!!! *nyalain kembang api*

Tahun baru kali ini sama saja seperti tahun baru sebelum-sebelumnya, hanya di rumah bakar jagung dan nonton tv bersama keluarga. Bedanya tahun lalu gue merayakan tahun baru di kostan, sekarang adek gue yang merayakan tahun baru di kostan.

Ngomong-ngomong tahun baru, semangat baru, resolusi baru, harapan baru, pacar baru? HAHAHA hhmmm. Semenjak kuliah gue suka nulis apa-apa saja yang gue inginkan di tahun yang baru. Dari hal yang kecil sampe hal yang besar. Tapi, yang gue tulis itu juga nggak jadi patokan gue untuk melakukan banyak hal sih. Malah tulisan itu cuma kayak tulisan biasa aja yang iseng ditulis. Abis gue tulis di notebook biasanya notebooknya nggak pernah gue buka-buka lagi dan baru gue buka ketika akhir tahun (Desember) atau awal tahun (Januari) untuk melihat keinginan apa saja yang sudah bisa gue capai di tahun itu. Selebihnya ya gue nggak pernah kepikiran tentang apa yang gue tulis itu. Jadi ya let it flow gitu lah. Ikutin arus aja maunya kemana, tapi tetep berusaha semampunya. 

Sekian postingan tahun baru 2015. Semoga gue bisa jadi lebih baik, NGGAK pemalesan, pokoknya yang gue harapin bisa terwujud deh di tahun ini. Amin.

Sabtu, 20 Desember 2014

Mood Swinging

Lagi mood swinging banget. Bisa tiba-tiba bad mood, sedih tanpa alasan yang jelas. Nggak ngerti lagi sama diri sendiri. Semakin parah banget lah ini. Suka sebel sama diri sendiri karena kurang bisa kontrol diri kalau lagi mood swinging. Hadeh. 

Kalau lagi gini jalan keluarnya itu nonton film yang sedih-sedih. Hahaha aneh kan. Disaat orang lain kalau lagi bad mood atau sedih memilih ngobrol bareng teman/sahabat/keluarganya, ketawa-ketawa bareng, nonton film komedi, dab yang seru-seru. Kalo gue nggak. Bukannya nggak suka, tapi nggak bikin mood gue baik aja. Gue merasa kayak ketawa tapi nggak bener-bener ketawa(?). Seringnya ada perasaan nggak enak di hati ketika lagi bad mood atau sedih terus ketawa. 

Gue merasa kalau lagi bad mood atau sedih tuh kadang nggak bisa diungkapin/diluapin saking udah terlalu seringnya merasakan itu dan udah capek sama perasaan itu. Jadinya kalau nonton film yang sedih (apalagi berhubungan sama apa yang sedang dialami) kemungkinan besar bakal nangis. Apa mungkin karena gue orangnya mellow, sensitif kali ya. Yah jadinya kayak mengeluarkan semua yang harus (ingin) dikeluarkan. Lega aja gitu perasaan gue setiap abis nonton film yang sedih-sedih. Bisa juga jadi memotivasi diri sendiri untuk menjadi lebih baik, dapat pencerahan, dan terkadang dapat solusi juga. 

Gitu lah pokoknya...