Sabtu, 25 November 2017

Nggak Bisa?

Terkadang aneh juga ya melihat postingan-postingan disini kebanyakan 'mengumbar' kesedihan. Entah kenapa gue tidak bisa membuat suatu tulisan (utamanya puisi) ketika gue lagi merasakan kebahagiaan.  kalau ditanya

 "kenapa kok nggak bisa?"

Ya....bingung juga gimana gitu caranya mendeskripsikan kebahagiaan, harus pake kata-kata apa yang pas untuk mendeskripsikan kebahagiaan pada saat itu ke dalam suatu tulisan. Padahal gue kepengen banget membagi kebahagiaan melalui tulisan-tulisan yan gue buat. Ya walaupun belum tentu ada yang baca juga sih, tapi tetap saja pengen. Lebih enak dan lebih baik menebar kebahagiaan kan daripada kesedihan. Akupun terkadang gumoh lihat postingan-postingan orang lain di media sosial yang isinya hanya baper, galau, marah, nyinyir, dll. Orang-orang yang (mungkin) baca postingan-postingan di blog ini gumoh juga kali ya bacanya. Perasaannya sama seperti yang gue rasain ketika baca postingan orang lain.

Gue udah berusaha mencoba. Dari mulai menulis pas mood lagi bagus, baca-baca puisi karya orang lain gitu tetap aja susah....Gue harus mulai berusaha nih menyisipkan kebahagiaan dalam blog ini alias membuat tulisan-tulisan yang bertaburan kebahagiaan. Semoga tulisan-tulisan gue bisa membuat diri gue lebih bahagia lagi :)

Selasa, 31 Januari 2017

Takdir

Apakah hal-hal yang (sudah) terjadi dalam hidup seseorang itu disebut dengan takdir?
Takdir yang membuat segalanya bisa terjadi...
Takdir yang tidak bisa diduga, tidak bisa diprediksi dan diketahui oleh manusia
Tidak tahu malu sekali datang dan pergi sesuka hati
Atau mungkin sang mansia yang tidak menyadari...

Apakah sepasang lelaki dan perempuan yang dipersatukan dalam sebuah hubungan percintaan juga disebut dengan takdir?
Takdir yang mempersatukan mereka,
Tapi katanya takdir juga yang memisahkan mereka...
Memangnya ada berapa banyak takdir sih di dunia ini?

Takdir ditentukan oleh sang pencipta katanya..
Katanya juga takdir bisa diubah oleh manusia itu sendiri
Kalau memang benar, mengapa Ia menentukan, lalu membiarkan sang manusia merubahnya?
Apakah takdir yang ditentukan oleh sang pencipta dan sang manusia berbeda?
Apakah namanya takdir kalau terasa menyakitkan?
Apakah namanya takdir kalau hujan turun terus-menerus tanpa henti?

Seharusnya takdir itu menyenangkan, bukan?
Bisa memberikan langit yang cerah
Matahari yang bersinar terang menggantikan malam yang kelam
Mendatangkan kehangatan setelah hujan yang tiada henti
Menjadi sahabat yang mungkin bisa menuntun sang manusia ke jalan menuju nirwana