Kamis, 28 Januari 2016

Mengakhiri Hidup

"Pernah nggak sih lo kepikiran buat bunuh diri?"

Pernah. Berkali-kali.

Gue tiba-tiba kepikiran (lagi) hal ini setelah melihat pertanyaan itu di twitter. Well...pertama kali gue kepikiran ingin bunuh diri itu pas SMP. Bayangin disaat anak masih SMP yang kebanyakan pikirannya cuma belajar, main, bersenang-senang, gue udah kepikiran untuk bunuh diri. Alasanya simpel karena gue males, capek hidup, dan merasa nggak berguna. Yha. Males karena hidup gue monoton, capek karena sering dibanding-bandingkan dengan orang lain. 

Lama kelamaan gue sadar bahwa membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain atau orang lain dengan orang lainnya itu sangat amat TIDAK BAIK buat psikologis sang anak. Gue jadi sering merasa minder, nggak percaya diri, bahkan jadi tertutup sama orang lain. 

Ketika SMP nggak jadi, semasa SMA bangkit lagi keinginan untuk bunuh diri itu. Kenapa? Ya alasannya sama seperti waktu SMP. Nggak jadi lagi dan sudah lumayan bisa berdamai dengan hidup. Mungkin karena punya teman-teman yang asik jadi hidup serasanya bahagia-bahagia saja.

Sudah mulai melupakan, eh, ketika kuliah malah bangkit lagi, bahkan perasaan ingin mengakhiri hidup lebih besar dari sebelum-sebelumnya. Hvft. Apalagi gue tinggal sendiri dan (awalnya) nggak ada teman curhat. Karena sama orang tua gue nggak bisa benar-benar curhat bahkan bisa dibilang nggak bisa sama sekali curhat ke orang tua. 

Kenapa?

Ya gue sendiri juga bingung kenapa. Nggak bisa aja mengungkapkan apa yang sedang dialami. Gitu deh pokoknya.

Perasaan ingin mengakhiri hidup kayak petir tiba-tiba muncul trus hilang lagi. Begitu terus. Kadang kalau lagi pegang pisau "kalau gue besetin ini pisau ke urat nadi bakal mati nggak ya? Atau 'cuma' berakhir dirawat di rumah sakit."

Banyak orang menyepelekan. "Yaelah gitu doang" atau "masih banyak masalah yang lebih berat dari lo." Hal ini biasa saja kalau kita sendiri yang menyadari masalah kita nggak lebih berat dari masalah orang lain. Lain halnya kalau yang ngomong ini adalah orang lain. 

"You don't even know if you never experience it

Banyak yang nggak pernah merasakan tapi sok tahu merasa paling tahu dan paling benar. Kadang kita curhat cuma minta didengar, bukan restaurant yang minta kritik dan saran. Apalagi nggak diminta. 

Berkali-kali merasa ingin mengakhiri hidup dari SMP, tapi sampai sekarang gue masih hidup dan (semoga) sehat wal afiat. Padahal gue takut meninggal tapi sok-sokan mau bunuh diri 😌😌. Takut siksa kubur. Hahahahahahahahahaha. * alhamdulillah masih inget dosa ya gue* Suka membayangkan aja sih "kalau gue meninggal dalam keadaan lagi sendirian gimana ya?" Takut ketika meninggal gue lagi sendirian, nggak ada orang sama sekali. Berbanding terbalik dengan keseharian gue yang lebih suka menyendiri. 

Well...sampai saat ini gue masih harus banyak belajar untuk berdamai sama kehidupan, mengontrol apapun yang ada di hidup gue. Dan meskipun gue masih suka berpikir untuk bunuh diri, gue berharap kalau gue diberi umur yang panjang untuk membahagiakan diri sendiri dan banyak orang. Aamiin.