Selasa, 26 April 2016

I Cannot...

Kadang atau mungkin sering banget gue ingin bercerita. Ya literary bercerita semua hal yang gue ingin ceritakan, tanpa filter. Tapi, gue terlalu takut untuk bercerita se-'telanjang' itu ke orang lain, teman, maupun orang tua. Gue tidak se percaya diri itu. Gue takut teman gue akan membicarakan gue di belakang (ke teman-teman yang lain),, dicemooh, dijauhi, dan lain-lain. Bahkan gue takut menyebut beberapa teman gue sebagai sahabat karena gue merasa mereka belum tentu menganggap gue sebagai sahabat. Juga ke orang tua yang notabene sangat dekat, hidup dengan gue dari lahir. Sampai suatu hari mama pernah bilang ke gue:

"Wind, kamu kok nggak pernah curhat ke mama..."

Well, gue nggak bisa. Gue nggak bisa kayak anak-anak perempuan lain yang curhat ke mamanya layaknya seorang sahabat. Cerita soal pertemanan, sekolah, kuliah, masalah pribadi. Nggak bisa. Gue nggak merasa nyaman cerita ke mama gue sendiri. Padahal gue ingin banget cerita gitu, sharing, susah.

Gue lebih bisa cerita ke bapak. Gue bisa cerita sampe nangis-nangis. Yah, tapi balik lagi gue nggak seterbuka itu. Gue nggak bisa. Gue masih mem-filter hal-hal yang gue ceritakan ke bapak. Padahal banyakkk banget yang ingin gue ceritakan :) . 

Kadang gue menulis 'cerita' di blog seperti ini berharap suatu saat bapak atau mama gue baca terus jadi tahu apa yang gue rasakan tanpa harus gue ngomong. Hahahaha. Sebal juga sih sama sifat gue yang seperti ini. Rasanya kayak saking sebalnya sama diri sendiri jadi nggak bisa sebal sama orang lain karena merasa diri sendiri lebih menyebalkan dari orang lain. 

~~~~~~~

"Nggak bisa bukan berarti nggak mungkin. Nggak mungkin berarti nggak bisa."

Mungkin nanti disuatu hari yang cerah yang nggak bisa akan jadi bisa :)

Maybe yes? Maybe no? Maybe lline? #yha

Love,


Xx

Masa Lalu?

Holllaaa hiiiii...*pakai masker* *nyapu dan ngepel*

Lama tak bersua ya, blog-ku tercinta. 

Seperti biasa gue belum bisa tidur jam segini dan seperti biasa juga kepikiran banyakkkk hal. Hvft. Entah kenapa belakagan ini ketika gue bangun tidur di pagi hari pasti deh badan panas atau perasaan nggak enak gitu...dan juga beberapa kali tidur nggak nyenyak gitu kadang kebangun-kebangun terus atau mimpi nggak enak jadinya pengaruh ke perasaan pas bangun tidur. Gue stress kali ya (kapan sih lo nggak stress, Wind). Hehehehe. Udah baca doa-doa, dzikir kayak nggak mempan gitu kadang. Sedih deh. Mungkin mempan cuma gue yang nggak peka kali ya. 

Terlalu banyak yang dipikirkan, dari yang penting sampai nggak penting. Kadang lebih banyak mikirin yang nggak penting sehingga yang penting nggak dipikirkan atau nggak bisa dipikirkan marena terlalu banyak yang nggak pentingnya. Alhasil jadi suka nggak fokus gitu. Hiks. 

Kenangan buruk masa lalu apalagi yang menambah pikiran semakin rumit. Setiap hari, hampir setiap waktu juga terbayang-bayang. Rasanya itu kayak kalau likiran itu udah muncul langsung malas mengerjakan apapun, yang tadinya lagi mengerjakan sesuatu jadi langsung duduk diem atau tiduran. Saking sakitnya udah nggak bisa nangis. 

Beberapa waktu lalu lagi liat-liat folder di laptop terus menemukan file video tentang healing gitu. Untuk pikiran gitu lah biar fokus, menghilangkan trauma(?), gitu deh pokoknya dikasih seorang teman(dia dikasih oleh psikolog-nya). Gue coba kan ya, eh, malah berhari-hari terus menerus kepikiran sampai nangis. Gue bingung apakah gue yang salah mengikuti instruksinya atau memang video healing itu nggak mempan di gue. Katanya sih kalau belum mempan bisa diulang berkali-kali asal jangan keseringan, cuma gue masih belum berani lagi takut malah tambah kepikiran dan nangis. Hahaha. Karena banyak yang lebih penting harus dipikirin. Hehhe.

"Ketika keinginan kontras dengan pikiran, apakah harus berhenti, diperbaiki, atau dilanjutkan sebagaimana adanya dan tetap bertahan?"

Ciao!!!

Love,

Xx