Selasa, 27 Oktober 2020

Favorite Book

 

                                                                pic from:amazon.com

THE TWILIGHT SAGA

Dulu zaman SMA gue iseng beli buku Twilight di toko buku. Entah kenapa gue beli buku itu, random aja ngambil dan ternyata gue suka banget banget sama buku ini. Gue termasuk orang yang kurang begitu suka cerita (terlalu) fantasi, tapi novel ini sangat seru dan gue menghabiskannya hanya dalam waktu tiga hari saja. Gue cukup kaget melihat foto yang gue sertakan diatas karena sampul bkunya terlihat beda sekali dengan yang gue beli dahulu. Dulu sampul Twilight ada dominasi warna kuning dan merah dan yang diatas itu berwarna hitam putih. Sudah lama nggak mengikuti Stephenie Meyer sang penulis, jadi gue sudah tidak tahu update baru tentangnya dan karyanya. Karena kesuksekan buku ini (dan juga filmnya) cerita-cerita bertemakan vampir dkk jadi banyak peminatnya, banyak yang membuat cerita dengan karakter yang mirip-mirip dan cerita yang bisa dibilang terinspirasi. Kisah percintaan antara vampir dan manusia, serigala atau binatang buas lain dengan manusia. Bahkan di Indonesia sendiri, ada sinteron yang sempat meledak sekali di zaman gue kuliah tentang vampir dan serigala. Pada saat itu, ramai sekali diperbincangkan karena dianggap menjiplak dari Twilight ini. 

Buku-buku ini pun dijadikan film yang berjudul sama. Filmya pun sangat meledak dipasaran dunia. Banyak sekali yang menonton dan membicarakannya dimana-mana. Gue sudah pasti menonton semua film-filmnya. Bagi gue sih filmnya sama bagusnya dengan novelnya, yah, meskipun ada kekurangan, tapi nggak mengurangi rasa suka gue dengan filmnya. Banyak orang yang merasa kurang sreg dengan akting Kristen Stewart karena dinilai muka dan emosinya terlalu datar untuk memerankan karakter Bella yang notabene pemeran utama wanita di cerita ini. Kalau Robert Pattinson sudah paling cocok lah memerankan peran Edward dan Jacob yang diperankan Taylor Lautner juga cocok banget. Benar-benar menggambarkan sosok Jacob, apalagi badannya astagfirullah (HAHAHA). Penggemar filmya pun terbagi dalam beberapa team #TeamEdward dan #TeamJacob. Kalau gue sih sudah jelas #TeamEdward , Jacob hanya dianggap teman saja alias terjebak frienzone. Sampai-sampai Robert Pattinson dan Kristen Stewart beneran pacaran di dunia nyata. Gue senang banget sumpah kapal gue berlayar gitu kan ya bukan cuma angan-angan saja, tapi sayangnya mereka putus dan sekarang Kristen Stewart pacaran sama cewe, :( yasudahlah ya saya bisa apa. Pemain-pemain pendukung lain juga tidak kalah mengagumkan seperti anggota keluarga Cullen, Victoria, dkk. 

Sebenarnya, gue juga bingung sih mau buku apa yang gue ceritakan sebagai buku favorit. Karena gue dari kecil suka sekali membaca buku (kecuali buku pelajaran sekolah HAHA), jadi gue punya puluhan bahkan ratusan koleksi buku. Ketika gue melihat rak buku, gue melihat satu-satu koleksi gue dan memutuskan untuk mengambil buku ini sebagai buku favorit yang gue ceritakan. Tadinya, gue mau menceritakan tentang buku masa kecil gue yang selalu gue bawa kemana-mana pada saat kecil, tapi nggak jadi karena lupa menaruh buku itu di mana. 

#30dayswritingchallenge



Senin, 26 Oktober 2020

Favorite TV Series

 


pic from: wikipedia


Gue jarang banget nonton series Hollywood atau yang lainnya, jadi gue ceritakan tentang drama Korea aja, ya, kan TV series juga. Drama ini judulnya I HEAR YOUR VOICE. Pemain-pemainnya ada Lee Jong Suk, Lee Bo Young, dan Yoon Sang Hyun. Drama ini percampuran antara thriller, crime, romance. Drama ini bercerita tentang Lee Bo Young yang berperan sebagai pengacara dengan nama tokoh Jang Hye Sung, suatu hari dia bertemu dengan Park Soo Ha yang diperankan oleh Lee Jong Suk dan terlibat kisah rumit. Park Soo Ha adalah anak dari bapak yang ia saksikan dibunuh belasan tahun yang lalu. Karena hal itu, pembunuh bapak Soo Ha merasa dendam kepada Hye Sung dan berencana untuk membalas dendam. Park Soo Ha mempunyai kemampuan untuk membaca pikiran seseorang hanya dengan melihat matanya, maka dari itu Jang Hye Sung sering merasa terbantu dengan kemampuan Park Soo Ha. Cerita disini dipenuhi oleh amarah dan dendan, dan bagaimana caranya agar melepaskan dendam itu.


Drama genre seperti ini memang tipe gue banget. Dibanding drama dengan full romance, gue lebih suka drama yang ada bumbu kejahatan bunuh-bunuhan, detektif, dkk. Meskipun ini dramanya tentang pembunuhan, tapi di beberapa bagian gue nangis banget. Ada salah satu scene yang gue suka banget kata-katanya 




                                                            (ini pembunuhnya btw)

Pas scene ini, gue langsung pause dan mikir lama....

Iya juga sih...seringnya kita sebagai manusia melihat sesuatu dari satu sisi saja. Ya kalau jelek ya jelek saja, jahat ya jahat saja, tanpa mau tahu alasan dibalik kenapa melakukan hal itu atau kenapa  jadi seperti itu. Setiap orang melakukan sesuatu (apalagi sesuatu yang besar) tidak mungkin tidak ada alasannya. Pasti ada pemicu yang membuat dia berbuat/bertingkah seperti itu. Sesuatu hal tak baik yang ia dapatkan/rasakan, dia melakukannya juga ke orang lain. Tidak ada yang memperhatikannya, jadi seperti butuh pelampiasan. Dibalik perbuatan orang itu yang sangat salah, dia hanya ingin didengarkan saja. Didengarkan tanpa di-judge....

Banyak scene lain yang relate sama kehidupan realita dan bikin mikir juga. Drama ini sangat gue rekomendasikan bagi orang-orang yang ingin menonton drama yang agak berat dan bikin mikir. Bagi yang suka drama percintaan ada lah disini bumbu-bumbu percintaannya. Tapi, jangan kaget ya soalnya ini percintaan antara noona-dongsaeng HAHAHA. 

#30dayswritingchallenge




Selasa, 20 Oktober 2020

My Siblings

 Seperti yang pernah gue bilang di postingan sebelumya kalau gue nggak bisa menceritakan tentang keluarga.Jadi, gue bingung mau menceritakannya bagaimana dan seperti apa.


Gue punya dua adik laki-laki. Adik yang pertama hanya terpaut dua tahun di bawah gue, sedangkan adik yang kedua alais paling terakhir terpaut jauh 10 tahun di bawah gue. Kalau kata orang adik gue yang paling kecil adalah bonus. hahaha. Hubugan gue sama mereka dibilang dekat banget enggak, tapi dibilang nggak dekat juga enggak. Mungkin karena gue sama adik gue yang pertama pernah nge-kost jadi jarang bertemu dan berinteraksi antar satu sama lain. Seringkali sih gue sebal ya sama mereka, apalagi adik gue yang pertama. Nggak tau kenapa dia itu kayak cewek kepoan banget jadi orang. Karena gue orangnya paling nggak suka dikepoin, jadi ya gue sebal banget. Mau tau aja urusan orang. Segala yang gak penting ditanyain giliran yang penting-penting kayak masa bodo tidak mau tahu hadeh. Kalau adik gue yang kedua sudahlah gue nggak sanggup untuk menceritakan, sudah kehabisan kata-kata. Intinya, gue sama adik gue itu kalo Bahasa Inggrisnya tuh love-hate relationship lah. Pasti semua orang yang mempunyai saudara kandung merasakan apa yang gue rasakan. 


#30dayswritingchallenge

Senin, 19 Oktober 2020

My Best Friend

Gue punya beberapa orang yang gue anggap sebagai best friend. Bingung sih mau menceritakan yang mana karena setiap orang mempunyai kesan yang mendalam bagi gue...

Satu orang yang popped up in my mind ketika akan menulis ini adalah Isti. Gue nggak akan kasih tau nama panjangnya siapa dan fotonya, karena dia gak pernah mengunggah foto di media sosial dan kurang suka seperti itu. hehe. Gue kenal dia dari kuliah. Inget banget dulu awal kuiah pas pengisian KRS masih manual tulis tangan (belum menggunakan website), gue melihat dia duduk di barisan paling depan. Gue sendiri duduk di barisan agak belakang dan ketika perkenalan gue samar-samar mendengar asal dia dari Depok. Gue pikir gue salah mendengar karena diruangan itu berisik sekali bukan hanya kelas gue doang. Hari-hari berlalu pun gue nggak begitu dekat dengan dia, ya sekadar kenal saja. Gue berteman dengan anak lain. Lalu, entah bagaimana ceritanya, gue juga lupa di semester berapa, gue mulai dekat dengan dia. Suatu hari, dia menanyakan tentang seorang laki-laki yang ternyata dia adalah teman satu kompek dan satu SD dengan gue. Disitu dia bilang hanya teman, tapi gue nggak percaya. hahaha yang ternyata memang mereka pacaran. Gue disini merasa dunia sangatlah sempit. hahaha.  Semenjak itu makin dekat dan sampai-sampai gue pindah ke kost di tempat dia nge-kost. Hampir setiap hari pulang pergi bareng kalau jadwal kuliahnya sama. Sering juga makan bareng atau pergi ke mana bareng. Cuma lulus aja nggak bareng alias dia lulus duluan dibanding gue, tapi pas gue lulus dia satu-satunya orang selain keluarga yang datang. 

Intinya saja, dia benar-benar definise best friend menurut gue. Nggak tau kenapa, setiap gue lagi sedih atau down, dia sering banget muncul di chat. Kayak tiba-tiba nge-chat entah nanya-nanya atau ngomongin apapun. Gue pun sama dia nyambung bisa ngobrolin apa saja, dari mulai yang penting sampai nggak penting bisa diobrolin. haha. Kalau ngobrol entah itu ketemu atau sekadar di chat kita termasuk yang jarang banget ngomongin (aib) orang lain. Kalau biasa disebutnya ghibah gitu ya. hahaha. Ada aja pembahasan yang seru gitu setiap ngobrol. Apalagi kalau ngobrolnya tuh ketemu langsung, beuhh benar-benar kayak hp yang di charge gitu, pas berangkat 10% pas pulang bisa 100%. Selalu mendapat pengetahuan baru dan mendapat semangat baru untuk menjalani hari-hari di masa depan. Gue nggak percaya zodiak sih ya, tapi zodiak kita sama-sama Libra. Tanggal lahirnya pun beda seminggu sama gue (duluan dia). Pokoknya, gue benar-benar beruntung bisa berkenalan dan bisa mempunyai shaabat seperti dia. Orang yang benar-benar sangat baik. Gue yakin pasti kamu akan mendapat balasan yang lebih-lebih dari banyak orang. Gue pun akan membalas semua kebaikan-kebaikan kamu. 

Semoga kamu diberi kesehatan, diberi kebahagiaan yang banyak dalam hidup, diberi rezeki yang berlimpah, dan samawa kehidupan pernikahannya. God always be with you :)

Sabtu, 17 Oktober 2020

Happiness

 I should have posted this yesterday at october 17th, but I forgot hhh. That was my birthday btw. hehehe.


Bahagia...

Di setiap ucapan ulang tahun kepada orang lain, gue selalu memberi wish "semoga hidupmu dilimpahkan kebahagiaan yang banyak ", bukan "semoga bahagia selalu", karena menurut gue dalam hidup itu kita tidak bisa selalu merasa bahagia. Pasti akan ada hari di mana kita merasa tidak bahagia, ada hal yang membuat kita tidak bahagia. Kalau kita terus-menerus merasakan bahagia, kita tidak tahu bagaimana rasanya jatuh, sakit, kecewa, sedih, marah, karena semua hal itu yang membuat kita semakin dewasa dalam berpikir dan bersikap.

 Bagaimana kita tahu adanya kebahagiaan kalau kita tidak merasa sedih? 

Bagaimana kita tahu nikmatnya rasa bahagia ketika kita tidak pernah merasakan sakit? 

Bagaimana bisa kita bahagia jika kita tidak pernah merasa kecewa?

Terkadang di dalam bahagia terselip rasa kecewa.... 


"Bahagia itu sederhana", katanya...

Ya gue setuju sih. Gue mendengarkan lagu sudah bisa membuat bahagia. Gue bisa makan makanan enak itu sangat amat membuat bahagia, dan banyak hal sederhana lainnya yang bisa membuat bahagia. Bahagia itu tergantung dari pikiran kita, dari bagaimana kita memandang sesuatu. Gue yakin pasti ada orang yang menganggap bahagia tidak sesederhana itu. Kadang ada yang menurut kita sudah membuat bahagia, tapi bagi orang lain itu belum cukup untuk membuatnya bahagia. Jadi, tidak bisa disamakan antara orang satu dengan yang lain. Pikiran setiap orang berbeda-beda yang penting saling menghargai kesenangan masing-masing orang saja tanpa harus mengecilkan atau merendahkan hal-hal yang membuat orang lain bahagia. Selama mereka bahagia dengan tidak membuat susah atau sedih orang lain ya sah-sah saja. Karena zaman sekarang masih ada orang yang bahagia melihat orang lain susah. Pusing gue dengan orang-orang seperti itu. Kenapa ya mereka bisa seperti itu?

Yah....semoga kita dihindarkan dari sifat seperi itu...

Semoga siapapun yang membaca tulisan ini dilimpahkan kebahagiaan yang banyak dihidupnya. Jangan lupa bersyukur juga karena itu salah satu kunci dari kebahagiaan. Kalau sedang merasa tidak bahagia, coba mulai mencari hal-hal sederhana yang bikin bahagia, seperti menonton video di youtube, mendengarkan musik, menonton tv series/drama/film, makan makanan enak, atau sekadar berjalan-jalan di sekitar rumah melihat pemandangan.

  CHEERS! :)

Jumat, 16 Oktober 2020

The Power of Music

 Musik benar-benar seperti separuh jiwa gue. Gue nggak bisa hidup tanpa musik. Lagi senang, sedih, marah, kecewa, pasti salah satu pelarian gue ya ke musik. Mendengarkan lantunan instrumen musik sambil menghayati liriknya. Terkadang juga gue hanya mendengarkan instrumen sebuah lagu saja, tanpa penyanyinya. Setiap hari pasti gue mendengarkan musik. Nggak mungkin nggak karena satu hari tanpa musik itu berasa ada yang kurang. Apalagi kalau gue sedang bepergian keluar, ipod dan earphone menjadi barang wajib yang gue bawa. Bahkan gue lebih tersiksa ketika bepergian tidak membawa ipod dan earphone ketimbang tidak membawa HP. Sensasi ketika sedang jalan kaki maupun di dalam kendaraan sambil mendegarkan musik itu luar biasa menyenangkannya.

Gue memutar musik(lagu) sesuai dengan mood pada hari itu. Kalau gue sedang bersedih dan ingin larut dalam kesedihan pasti gue memutar lagu-lagu sedih. Biasanya ketika sedih, gue memutar lagu Lee Hi - Breathe, Linkin Park - One More Light, atau instrumen lagu-lagu JKT48 piano version yang entah mengapa membawa vibes sedih. Kalau lagi senang biasa gue memutar lagi-lagu yang iramanya kencang dan bisa membuat menari haha, atau ketika gue sedang merasa senang karena cinta pasti gue memutar lagu-lagu romantis dan menghindari lagu-lagu yang bertemakan kesedihan akan cinta. Lirik lagu dalam musik banyak yang sangat mewakili perasaan gue yang tak bisa kuutarakan. Gue bisa meneteskan air mata karena mendengarkan lantunan musik ataupun lirik-lirik yang menyentuh kalbu.

Gue nggak tau gimana hidup gue kalau tidak ada musik. Bahkan dulu gue pernah terpikirkan untuk membuat lagu. hahaha. Padahal gue tidak bisa bermain alat musik sama sekali. Sempat ingin belajar keyboard dan gitar, tapi tidak jadi. Sempat juga dulu ketika SMP iseng membuat lirik lagu dan ketiika dibaca ulang di kemudian hari, gue merasa lirik itu sangatlah cringe. Ewwww jijik sendiri bacanya. hahaha. Ya mungkin jiwa alay semasa SMP masih sangat erat saat gue membuat lirik itu. Tapi, gue masih ingin membuat lirik lagu. Mungkin itu salah satu keinginan yang entah kapan bisa terwujud. 

Lirik lagu dalam musik akan selalu menjadi soundtrack yang akan mengisi hari-hariku setiap hari. 


"Music touches us emotionally, where words alone can't.” - Johnny Depp.


#30dayswritingchallenge

Kamis, 15 Oktober 2020

Favourite Movie


                                                                    pic from imdb.com


Spirited Away. Meskipun ini kartun, tapi sama-sama film kan?

Film-film garapan Ghibli memang belum pernah mengecewakan. Salah satunya film Spirited Away ini. Entah sudah berapa puluh kali gue menonton film ini. Tidak pernah bosan dan selalu terkagum-kagum setelah selesai menontonnya.Bahkan saking sukanya, gue pernah ingin berfoto  memakai dandanan ala Chihiro yang menggunakan baju merah itu.  

Singkat cerita film ini ada seorang anak bernama Chihiro yang pindah rumah bersama orang tuanya. Di perjalanan mereka tersesat di sebuah desa entah apa dan seperti masuk ke dunia lain yang dipenuhi makhluk aneh. Lalu, orang tuanya berubah menjadi babi setelah memakan makanan sembarangan dan Chihiro harus mencari cara agar orang tuanya berubah menjadi manusia lagi. 

Gue suka film ini karena ceritanya bukan hanya sekadar menghibur, tapi syarat akan makna dan pesan moral didalamnya. Banyak pelajaran positif yang bisa diambil dari film ini, yaitu jangan gampang menyerah di situasi yang sulit sekalipun, harus tetap berjuang pasti ada jalan untuk keluar dari segala kesulitan. 

Kalau ada yang baru pertama kali ingin menonton film anime Jepang, sudah pasti gue akan merekomendasikan film ini untuk ditonton. VERY HIGHLY RECCOMENDED!

Rabu, 14 Oktober 2020

Single and Happy

 Gue bisa dibilang "single since birth" kali ya! hahaha. Pernah sih pacaran satu kali, tapi itu juga hanya di sms waktu zaman SMP, jadi kayaknya itu nggak bisa dibilang pacaran deh. Pernah juga ditembak cowok waktu SMP, gue tolak trus ujung-ujungnya menyesal. hahaha. Dari dulu entah mengapa gue paling malas yang namanya berhubungan dengan laki-laki. Bukan berarti gue nggak suka laki-laki ya. Soalnya pernah ada teman yang bertanya, 

"Lo suka laki kan, Wind?"

Yakali deh. gue nggak pernah (terlihat) dekat maupun pacaran sama cowok bukan berarti gue jeruk makan jeruk. Dalam piikiran gue tuh ribet kalau mempunyai pasangan. Apalagi gue merasa permasalahan hidup gue sendiri saja sudah sangat banyak, jadi nggak mau dipusingkan dengan permasalahan cinta yang menurut gue nggak penting-penting amat. Gue sering sekali dicurhatin teman-teman tentang kelakuan tidak baik pacar atau gebetannya, jadi mungkin hal itu salah satu faktor gue malas untuk berhubungan dalam hal ini pacaran.Gue merasa dengan gue single, gue jadi bebas melakukan apa saja yang gue mau tanpa terbebani harus mengabari pacar, mencari topik pembicaraan sama pacar, dsb. Ada sih saat-saat gue pengen punya pacar gitu. Ingin ada seseorang yang memberi perhatian lebih, ingin ada seseorang yang menyayangi, ada orang yang bisa diajak diskusi asik gitu. Apalagi di zaman sekarang yang serba digital banyak pasangan-pasangan yang mengumbar kemesraan di media sosial, yang terkadang membuat gue sedikit iri. hahaha. Tapi, gue aneh nih ya. Meskipun terkadang iri melihat kemesraan orang lain, tapi kalau ada cowok yang meminta kenalan, seringnya sih lewat media sosial atau di whatsapp gue suka malas. Apalagi dengan pembicaraan-pembicaraan klise seperti

"lagi apa?"

"sudah makan belum?"

"ada yang marah nggak nih kalau aku nge-chat kamu?

hhhhh BYE! BASI TAU NGGAK.


Banyak juga dari teman-teman yang menawarkan diri unruk mengenalkan teman laki-lakinya ke gue, tapi pastinya selalu gue tolak. Mungkin gue nggak percaya diri kali ya. Takut ekspektasi mereka kepada gue terlalu tinggi dan nantinya bakal kecewa. Jadi gue prefer mereka ya langsung bertemu saja tanpa harus berbasa-basi dulu di chat. Bahkan pernah ada laki-laki (mengakunya sih saudara jauh), waktu itu dia sedang berkuliah di Bandung dan meminta gue bertemu. Pada saat itu, gue tidak kenal dia siapa dan tidak tahu dia mendapat nomor gue dari siapa, yang ternyata ketahuan bahwa nyokap gue lah yang memberikan nomor gue padanya. Gue benar-benar tidak ingin bertemu dengan lelaki itu. Setiap ia meminta bertemu banyak sekali alasan gue dari gue sakit, ada urusan kuliah, banyak tugas, hingga pulang ke rumah. hahaha. Lucu juga kalu diingat-ingat. Mungkin lelaki itu menganggap gue sombong kali ya karena selalu menolak ketika diajak bertemu. Memang banyak sih leaki-laki yang menganggap gue sombong hanya dari chat saja. Kebetulan memang gue kalau balas chat seringnya singkat-singkat dan yaa tahu sendiri kalau di Indonesia kebanyakan orang menganggap balas chat singkat bisa diartikan sombong atau tidak tertarik membalas. Padahal, gue ke orang-orang yang dekat pun balasnya singkat. Bukan karena tidak tertarik untuk membalas, sombong atau bagaimana, tapi karena bingung harus balas apa lagi biar menjadi panjang. Terkadang, teman mengirimi chat dengan beberapa kalimat dan gue hanya membalas dengan satu kata singkat yaitu,

"ok".

dan sudah bisa dipastikan teman gue ini kadang kesal juga dibalas singkat seperti itu. haha. Ya mau gimana lagi. Mau dipanjangin paling "oke" atau "yaaaaa". hahaha.

Maaf ya semuanya yang pernah chat-nya dibalas singkat. Nggak bermaksud nggak baik kok. Tapi, kalau chat terus-menerus dan balasan gue hanya "ok", "ya", "oh iya", "oh gitu", bisa dipastikan kalau gue malas untuk membalas. hehehe. Jadi, gue lebih suka mempunyai partner chat yang bisa nyambung dan bisa ngobrolin apa saja yang seru (bukan sekadar basa basi) baru gue akan antusias untuk membalas chat dengan panjang. 

.

.

I'm single and happy! diumur yang sekarang ini yang terbilang-sudah-tua-sudah-cukup-umur-untuk-menikah-dan-punya-anak, gue belum memikirkan untuk mencari psangan. Hidup gue aja masih perlu dibenahi, jadi belum ada waktu untuk memikirkan pasangan. Bahkan sempat tercetus pemikiran kalau gue nggak nikah pun nggak apa-apa. Menurut gue, nikah itu nggak gampang, bukan hanya sekadar gue cinta sama dia terus yaudah aja nikah. Nggak segampang itu. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan. Cinta saja tidak cukup. Hal terpenting bagi gue adalah gue bahagia lahir maupun batin. Udah itu saja.. Karena kita tidak bisa mengharapkan kebahagian dari orang lain.

#30dayswritingchallenge


Selasa, 13 Oktober 2020

My Parents

Gue paling nggak bisa menceritakan tentang keluarga. Bingung aja mau menceritakannya bagaimana dan mulai dari mana. Mungkin gue menceritakan per satu orang ya, karena orang tua gue adalah dua pribadi yang menurut gue beda banget sifatnya.

Nyokap gue tipsama nyokap orang negative thinker, kadang lemot(tapi jatuhnya lucu sih haha), wanita kuat baik dari ibadah maupun kehidupan sehari-hari. Seringkali gue berbeda pendapat. Itu salah satu hal yang bikin gue nggak pernah curhat sama nyokap. Tapi, yah bukan berarti gue nggak sayang atau benci ya. Cuma gue suka gak habis pikir kalau nyokap gue lagi ngomongin pikiran negatif dia itu. Ada aja gitu ya pemikirannya, malah kadang jadinya bukan sebal tapi ketawa saking aneh pemikirannya. hahaha. soal ibadah beuhhh dari wajib sampai yang sunnah dilakuin, sering puasa senin-kamis, tahajud tiap malam. Gue aja kalah. Keren lah nyokap gue ini.

Bokap... orang yang pekerja keras (waktu kerjanya kayaknya tuh 365 tiada libur deh), positive thinker (beda banget sama nyokap, kan! hahaha), terlalu baik sampai sering dimanfaatin orang, jarang marah tapi kalau udah marah astagfirullah..... Kalau udah kerja benar-benar lupa waktu, pokonya nggak akan pulang ke rumah kalau kerjaan belum di kantor selesai. Kadang lagi waktu libur atau liburan ke mana, kalau tiba-tiba ada yang menelfon untuk datang ke kantor pasti langsung tuh ke kantor tanpa babibu. Nyokap kadang suka senewen sendiri kalau lagi enak-enak liburan, eh, bapak gue malah mengurusi pekerjaan. Jadi aja sering dimanfaatkan sama orang lain dan yang terkena jeleknya ya bapak gue, orang lain ibarat peribahasa "lempar batu sembunyi tangan". Cuma apapun kondisi dan situasinya tetap berpikiran positif dan nggak mau ambil pusing. Yang terjadi terjadilah ceunah

Sudahlah segitu saja. Bingung mau menceritakan bagaimana lagi. hehe. 

#30dayswritingchallenge

Senin, 12 Oktober 2020

A Place I Want to Visit

                                                        photo by: Dani Polak, from:Pinterest
 


Jepang.


Salah satu negara yang menurut saya sangat cantik. Saya belum pernah ke sana, jadi ini hanya berdasarkan apa yang saya lihat di foto-foto, video, maupun yang saya baca tentang Jepang. Saya ingin merasakan musim bunga sakura dan juga musim dingin di Jepang. Saya suka sekali pemandangannya, kalau kata anak zaman sekarang sih aesthetic. Dimanapun disetiap sudut Jepang semua tempat kelihatan bagus untuk dikunjungi dan dijadikan sebagai objek foto. Kalau melihat hasil foto orang lain di sana, mungkin cahanya atau bagaimana saya tidak tahu, tapi hasil fotonya memberikan keindahan tersendiri. Tanpa perlu diedit pun fotonya sudah kelihatan bagus dan bisa segera di upload di media sosial. Tone fotonya berbeda seperti kalau foto di Jakarta misalnya. Saya bingung bagaimana menjelaskannya, tapi dari pandangan mata saya terlihat bedanya hasil foto di Jepang dan Jakarta. 

Saya juga suka sekali makanan-makanan Jepang seperti ramen, sushi, curry, dan lain-lain. Menurut saya, makanan Jepang selain enak juga menyehatkan. Mungkin ini salah satu alasan mengapa banyak orang Jepang panjang umur ya...Mau makan sebanyak apapun tidak merasa berdosa karena memakai bahan-bahan yang fresh dan sehat. Meskipun ada beberapa makanan mentah seperti sashimi dan yang lainnya, tapi tidak terlihat menjijikan malah terlihat menggugah selera karena kelihatan sangat fresh.

Hal lain yang saya suka dari Jepang adalah fashion-nya. Saya mengikuti akun instagram yang memunggah foto orang-orang Jepang berpakaian stylish di jalanan dan itu benar-benar sangat unik sekali (bukan cosplay). Saya yakin kalau di Indonesia berpakaian seperti itu pasti sudah menjadi bahan gunjingan orang yang melihat. hahaha. Sering sekali saya tertarik untuk mengikuti gaya berpakaian mereka, sayangnya saya bingung mau dipakai untuk ke mana. hehe. Saya sudah membayangkan jika saya pergi berlibur ke Jepang, saya ingin berpakaian yang tidak biasa saya pakai sehari-hari disini. Kapanlagi bisa bebas berpakaian sesuka hati ketika berjalan-jalan tanpa mendapat tatapan aneh dari orang-orang. 

I love everything about Japan!

#30dayswritingchallenge

Sabtu, 10 Oktober 2020

a Memory

Day 3.

Memory that I hate the most
 It lingers in my head for so long
Giving so much pain
 I thought the rain on my cheek already took it away, 
but unfortunately, 
without me knowing,
 the rain stored it in my deepest heart. 

I wanted to scream
but, I kept silent
 I wanted to let it out
but, I locked the door

The memory that only God knows.

Jumat, 09 Oktober 2020

Things That Make Me Happy

Day 2.

Good food, good mood. Makanan enak benar-benar bikin gue amat sangat bahagia. Apalagi dimakan ketika sedang lapar-laparnya benar-benar serasa di surga, tapi nggak sampe mau meninggal ya. haha (oke garing). Porsi makan gue bisa dibilang banyak. Kalau lagi makan bareng teman dan makanan dia nggak habis, biasanya gue yang menghabiskannya. Disetiap tempat makan yang dimenunya ada kata jumbo-jumbonya pasti gue pilih itu. Itu juga kadang masih kurang sih. hehe. Dulu zaman masih nge-kost gue pernah makan lima kali dalam sehari dan itu nasi semua. Gue tipikal orang yang jarang ngemil. Kalau lapar ya gue makan nasi, karena kalaupun ngemil nggak bikin gue kenyang malah bikin tambah lapar.Daripada jadi dobel-dobel kalorinya mending sekalian aja langsung makan nasi. Makan manis pun gue sekadarnya saja, kalau yang manis banget kayak kue gitu paling satu piece udah cukup.

 Lalu, berjalan kaki sambil mendengarkan lagu menggunakanearphone juga bikin bahagia. Pagi-pagi atau sore-sore sambil menikmati pendandangan dan udara sejuk. Siang-siang bisa juga sih cuma yaaa panasnya udara membuat tidak tahan berjalan kaki lama-lama. Terakadang sambil mendengarkan lagu sambil overthinking hal-hal yang membuat bahagia. Jadi, perjalanan jauh pun tidak terasa melelahkan. Sayangnya, di tempat tinggal gue kurang mendukung untuk jalan kaki menikmati pemandangan atau olahraga gitu. Karena entah mengapa orang-orang tuh kepo aja ngeliatin tiap lagi jalan, kadang ada yang nanya, atau biasa ada semacam budaya(?) dimana kalau lewat depan orang harus bilang "permisi" atau sekadar menganggukan kepala sambil tersenyum. Sedangkan, gue orangnya nggak begitu suka berinteraksi seperti itu. Bukannya sombong ya, tapi nggak nyaman aja. Inget zaman gue kuliah tinggal di daerah yang begitu, lalu, ketika lewat gue lagi nggak ingin menyapa langsung diliatin terus. hahaha. Maaf ya!.

Bahagia bukan soal harga, bukan soal besar atau kecil, kebahagian itu soalmindset. Kuncinya ada di pikiran kita. 

Rabu, 07 Oktober 2020

My Personality

Hola! udah lama banget nggak cerita ngalor-ngidul disini. Dari kemarin-kemarin ingin memulai menulis lagi disini, eh, ternyata nggak bisa login karena pakai fitur two steps verification :( untung inget ada aplikasinya di hp lama dan alhamdulillah bisa nulis lagi disini :)

Kali ini iseng ingin mengikuti 30 days writing challenge. Hari pertama temanya adalah tentang kepribadian saya, hmmmmmm...

Mungkin kata yang cocok untuk mendeskripsikan kepribadian gue adalah introvert. Setiap mengikuti tes psikologi kepribadian online pasti hasilnya kalau nggak ISFJ/INFJ. Gue orangnya benar-benar tertutup parah, sama keluarga sendiri gue jarang banget curhat. Bahkan ke nyokap gue sendiri selama gue hidup sampai sekarang nggak pernah sekalipun gue curhat. Susah banget lah untuk mengungkapkan isi hati ke orang lain. Apalagi ke orang yang gue baru kenal atau ya sekadar kenal-tapi-nggak-dekat. Mungkin orang(re:teman) yang gue anggap dekat tuh cuma bisa dihitung pake jari. Orang yang gue bisa ajak berbagi cerita paling hanya 3 orang saja. Itu juga tetep masih gue filter ceritanya.

Banyak orang juga mikir kalau introvert tuh nggak suka keramaian. Mungkin benar, mungkin juga tidak. Kalau di kasus gue, gue merasa sih oke-oke saja berada dalam keramaian, asal gue tidak menjadi pusat perhatian, jadi pengamat saja sudah cukup. Hanya saja, gue tidak betah berlama-lama dalam keramaian. Gampang pusing. Setelah itu pasti langsung pulang dan mengunci diri di kamar tak ingin diganggu siapapun. 

Gue juga baperan sih hahaha. Tapi, makin dewasa makin mengerti mana yang pantas untuk dibaperin mana yang nggak. Kalau udah baper paling ya masuk ke kamar kunci pintu, lalu marah-marah sendiri atau nangis sampai hati ini lega.

I think people find me hard to understand, so do I. I still can't figure out myself sometimes. I often blamed myself for everything that didn't work out well. I, sometimes, hate myself so much. 

But, Justin Bieber said to love yourself, right?