Minggu, 30 Oktober 2016

Masalah

Hmmm menyambung postingan sebelumnya tentang sisi lain hidup seseorang...

Gue merasa hidup dengan mempunyai berbagai masalah yang rumit atau at least tau dalam hidup banyak masalah-masalah yang rumit itu perlu. Karena kalau nggak ada masalah-masalah yang rumit kita nggak akan bisa belajar hidup dalam situasi yang sulit, nggak bisa belajar untuk menyelesaikan masalah, nggak bisa jadi lebih dewasa dalam bersikap, lebih baik dalam bersikap. Jadi tahu bahwa hidup di dunia ini nggak melulu bisa hanya ingin senang-senang saja, nggak bisa jalan lurus saja dengan mulus tanpa hambatan,tanpa jalan yang rusak, tanpa jalan yang licin, tanpa tikungan tajam, bahkan terkadang kita menemui jalan buntu.

Bagi sebagian, mungkin banyak orang dan gue sendiri pun pernah merasa capek, putus asa, tidak mau mempunyai masalah yang rumit. Masalah kecil saja kadang masih suka mengeluh, apalagi diberi masalah yang rumit.

Ketika gue sedang menghadapi masalah (yang menurut gue rumit), terkadang Allah seperti ingin menunjukkan ke gue (melalui orang lain) kalau masalah yang dihadapi orang itu JAUH lebih rumit dari masalah gue dan ya jadi malu sendiri.... Kayak "yaelah masalah segitu aja lo udah pusing. Tuh liat ada yang masalahnya lebih rumit dari lo, tapi dia santai-santai saja."
Gue malah jadi mikirin orang itu "kok dia bisa ya santai aja dengan masalah yang segitu rumitnya. Gue aja segini udah pusing. Apa dia beneran santai atau pura-pura santai ya, padahal kepikiran banget tapi dipendam sendiri." Hahahaha aneh memang ngapain mikirin orang lain sampe segitunya ya. Tapi itulah gue, bukan Winda namanya kalo nggak overthinking. Apapun dipikirin. Hvft.

Kalau sudah begitu biasanya gue penasaran gimana cara orang itu menangani setiap masalahnya. Gue pengen berbagi cerita sama dia, siapa tahu gue bisa belajar caranya mengatasi masalah dan mungkin bisa membantu meringkan masalahnya. Hanya saja orang yang gue pengen banget ajak sharing seperti itu susah--bahkan mungkin nggak bisa. Gue belum pernah ketemu orang itu, tapi entah kenapa gue merasa dia orang yang asyik untuk diajak sharing tentang kehidupan. Hehehe. Pengalaman hidupnya udah banyak banget, jadi penasaran. Semoga yah suatu saat bisa berbagi cerita dengan orang itu. Aamiin. 

Lah.... kenapa jadi ngomongin orang ini deh. Gue memang suka sharing tentang kehidupan sama siapapun. Hanya saja beberapa waktu itu sedang kepengen banget sharing dengan orang ini. Hehehe. Padahal masalah dia juga lagi banyak. Huhu. Yah semoga semua masalah orang ini bisa cepat diselesaikan maupun terselesaikan dengan baik. Aamiin. Kasihan lihatnya.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Yah intinya...Cara mengatasi masalah setiap orang berbeda-beda. Menurut gue, masalah rumit atau enggaknya itu tergantung perspektif kita, bagaimana memandang masalah yang sedang kita hadapi itu. Pikiran juga sangat  memengaruhi sih. Semakin pikiran kita terbuka lebar, luas, semakin kita menyadari bahwa banyak masalah-masalah yang lebih rumit dari yang kita/dia alami. Tapi, semakin sempit pikiran kita, semakin kita pikir bahwa hanya kita/dia yang mengalami masalah paling rumit, paling menyedihkan. Bukan bermaksud membandingkan, tetapi agar lebih bersyukur dalam menjalani hidup. Hehehe.

Tapi, kalau bisa dan lebih baik sih menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan masalah. Tau hal-hal yang dapat menimbulkan masalah dari mana? Ya dari dirimu sendiri lah. Kalau kata pepatah "sedia payung sebelum hujan."

Minggu, 16 Oktober 2016

Berbagai Sisi

"Hidup itu ibarat batu yang mempunyai banyak sisi. Sekeras-kerasnya batu jika terkena hujan terus-menerus pasti akan rapuh juga."

Hidup seseorang itu nggak terlepas dari sisi baik dan sisi buruk. Bukan hanya itu saja sih, ada juga sisi sedih, sisi rapuh, dan sebagainya. Terkadang kita susah membedakan mana yang baik, mana yang buruk karena beberapa/banyak hal itu bisa terlihat berbeda tergantung bagaimana perspektif kita dan pikiran kita. Menurut kita baik belum tentu menurut orang baik, begitupun sebaliknya. Hal ini jadi salah satu pemicu keingintahuan orang lain akan hidup seseorang. 

Gue sendiri sebenarnya orang yang kepoan (kepengen tahu) tentang apapun yang menurut gue menarik. Hanya saja gue merasa lebih suka kepo tentang sisi buruk, sisi sedih, sisi rapuh seseorang dibanding sisi baiknya. Bukan...bukan berarti drama, ya, tapi lebih ke rasa ingin tahu saja dan bisa lihat ketiga sisi itu dari sisi yang berbeda, sisi baiknya. Karena banyak diantara orang-orang yang menutupi sisi sedihnya, sisi rapuhnya dengan senyuman, guyonan, canda tawa. Dan banyak juga orang lain yang tidak mau tahu bahkan tidak perduli tentang sisi itu. 

Gue malah senang kalau ada yang cerita dari sisi itu. Hahaha. Sisi baik mah nggak perlu diceritakan sih menurut gue, cukup dilihat dan dirasakan. Asek.

Mungkin gue suka mendengar cerita orang tentang ketiga sisi itu karena gue sendiri susah untuk menceritakan hal-hal ketika gue lagi sedih, rapuh, lagi ada masalah apapun. Gue lebih suka memendam sendiri dan itu sangat menyiksa diri sendiri. Nggak jarang in the end, cuma bisa nangis sendiri di kamar without no one knows that I'm dead inside...

...Nggak bisa punya tempat berbagi makanya gue ingin jadi tempat berbagi itu...

Banyak pelajaran baik yang bisa diambil dari ketiga sisi buruk, sedih, rapuh itu.  Bisa jadi kita jadi lebih kuat menyadari bahwa ada yang hidupnya lebih menyedihkan daripada kita, bisa juga kita belajar sabar, ikhlas dalam menghadapi setiap masalah, dan sebagainya. Gue juga belajar bahwa yang terlihat buruk nggak selamanya buruk. Kita bisa menemukan berlian di tumpukan sampah.  

Menceritakan sisi sedih, rapuh, bukan berarti drama kok. Hanya ingin didengarkan, hanya ingin mengeluarkan apa yang ingin dikeluarkan dari hati dan pikiran. Kepada orang yang tepat. Karena Hidup itu nggak selalu bahagia. Pasti ada rasa kesal, marah, sedih, dan lain-lain. But still, don't let those three sides of you ruin your life. Always try to be kind and happy! Good luck!