Gue bisa dibilang "single since birth" kali ya! hahaha. Pernah sih pacaran satu kali, tapi itu juga hanya di sms waktu zaman SMP, jadi kayaknya itu nggak bisa dibilang pacaran deh. Pernah juga ditembak cowok waktu SMP, gue tolak trus ujung-ujungnya menyesal. hahaha. Dari dulu entah mengapa gue paling malas yang namanya berhubungan dengan laki-laki. Bukan berarti gue nggak suka laki-laki ya. Soalnya pernah ada teman yang bertanya,
"Lo suka laki kan, Wind?"
Yakali deh. gue nggak pernah (terlihat) dekat maupun pacaran sama cowok bukan berarti gue jeruk makan jeruk. Dalam piikiran gue tuh ribet kalau mempunyai pasangan. Apalagi gue merasa permasalahan hidup gue sendiri saja sudah sangat banyak, jadi nggak mau dipusingkan dengan permasalahan cinta yang menurut gue nggak penting-penting amat. Gue sering sekali dicurhatin teman-teman tentang kelakuan tidak baik pacar atau gebetannya, jadi mungkin hal itu salah satu faktor gue malas untuk berhubungan dalam hal ini pacaran.Gue merasa dengan gue single, gue jadi bebas melakukan apa saja yang gue mau tanpa terbebani harus mengabari pacar, mencari topik pembicaraan sama pacar, dsb. Ada sih saat-saat gue pengen punya pacar gitu. Ingin ada seseorang yang memberi perhatian lebih, ingin ada seseorang yang menyayangi, ada orang yang bisa diajak diskusi asik gitu. Apalagi di zaman sekarang yang serba digital banyak pasangan-pasangan yang mengumbar kemesraan di media sosial, yang terkadang membuat gue sedikit iri. hahaha. Tapi, gue aneh nih ya. Meskipun terkadang iri melihat kemesraan orang lain, tapi kalau ada cowok yang meminta kenalan, seringnya sih lewat media sosial atau di whatsapp gue suka malas. Apalagi dengan pembicaraan-pembicaraan klise seperti
"lagi apa?"
"sudah makan belum?"
"ada yang marah nggak nih kalau aku nge-chat kamu?
hhhhh BYE! BASI TAU NGGAK.
Banyak juga dari teman-teman yang menawarkan diri unruk mengenalkan teman laki-lakinya ke gue, tapi pastinya selalu gue tolak. Mungkin gue nggak percaya diri kali ya. Takut ekspektasi mereka kepada gue terlalu tinggi dan nantinya bakal kecewa. Jadi gue prefer mereka ya langsung bertemu saja tanpa harus berbasa-basi dulu di chat. Bahkan pernah ada laki-laki (mengakunya sih saudara jauh), waktu itu dia sedang berkuliah di Bandung dan meminta gue bertemu. Pada saat itu, gue tidak kenal dia siapa dan tidak tahu dia mendapat nomor gue dari siapa, yang ternyata ketahuan bahwa nyokap gue lah yang memberikan nomor gue padanya. Gue benar-benar tidak ingin bertemu dengan lelaki itu. Setiap ia meminta bertemu banyak sekali alasan gue dari gue sakit, ada urusan kuliah, banyak tugas, hingga pulang ke rumah. hahaha. Lucu juga kalu diingat-ingat. Mungkin lelaki itu menganggap gue sombong kali ya karena selalu menolak ketika diajak bertemu. Memang banyak sih leaki-laki yang menganggap gue sombong hanya dari chat saja. Kebetulan memang gue kalau balas chat seringnya singkat-singkat dan yaa tahu sendiri kalau di Indonesia kebanyakan orang menganggap balas chat singkat bisa diartikan sombong atau tidak tertarik membalas. Padahal, gue ke orang-orang yang dekat pun balasnya singkat. Bukan karena tidak tertarik untuk membalas, sombong atau bagaimana, tapi karena bingung harus balas apa lagi biar menjadi panjang. Terkadang, teman mengirimi chat dengan beberapa kalimat dan gue hanya membalas dengan satu kata singkat yaitu,
"ok".
dan sudah bisa dipastikan teman gue ini kadang kesal juga dibalas singkat seperti itu. haha. Ya mau gimana lagi. Mau dipanjangin paling "oke" atau "yaaaaa". hahaha.
Maaf ya semuanya yang pernah chat-nya dibalas singkat. Nggak bermaksud nggak baik kok. Tapi, kalau chat terus-menerus dan balasan gue hanya "ok", "ya", "oh iya", "oh gitu", bisa dipastikan kalau gue malas untuk membalas. hehehe. Jadi, gue lebih suka mempunyai partner chat yang bisa nyambung dan bisa ngobrolin apa saja yang seru (bukan sekadar basa basi) baru gue akan antusias untuk membalas chat dengan panjang.
.
.
I'm single and happy! diumur yang sekarang ini yang terbilang-sudah-tua-sudah-cukup-umur-untuk-menikah-dan-punya-anak, gue belum memikirkan untuk mencari psangan. Hidup gue aja masih perlu dibenahi, jadi belum ada waktu untuk memikirkan pasangan. Bahkan sempat tercetus pemikiran kalau gue nggak nikah pun nggak apa-apa. Menurut gue, nikah itu nggak gampang, bukan hanya sekadar gue cinta sama dia terus yaudah aja nikah. Nggak segampang itu. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan. Cinta saja tidak cukup. Hal terpenting bagi gue adalah gue bahagia lahir maupun batin. Udah itu saja.. Karena kita tidak bisa mengharapkan kebahagian dari orang lain.
#30dayswritingchallenge
Tidak ada komentar:
Posting Komentar