Kegelisahan langsung memelukku
Membangunkan rasa perih di dada
Tidakkah kau capek wahai bayangan?
Mengikutiku setiap hari
Berjalan-jalan mengitari otakku
Memunculkan pecahan-pecahan kaca yang sudah kubuang
Seakan bergabung menjadi satu gelas yang utuh kembali
Aku tidak ingin keutuhan
Biarlah pecah dan hilang selamanya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar